Belajar Hemat bareng Pakar!

Sistem pendidikan yang ada saat ini sangat berbeda dibandingkan dua sampai tiga tahun sebelumnya. Saat ini, kurikulum pendidikan di Indonesia, yang biasa disebut kurikulum 2013,  semakin mengedepankan para siswa untuk meningkatkan kreativitas dan inisiatif dalam belajar. Aspek kompetensi yang di dalamnya termasuk seimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Banyaknya ‘permintaan’ kurikulum ini secara tidak langsung membuat para siswa untuk terus menerus menggali potensi mereka. Salah satu cara yang biasa digunakan oleh orangtua siswa untuk membantu anaknya untuk belajar adalah mengikutsertakan anak ke bimbingan belajar (bimbel) yang sudah teruji kualitasnya. Memasukan anak ke dalam bimbingan belajar seakan menjadi tradisi para orangtua agar sang anak dapat masuk ke sekolah atau universitas impian.

Sayangnya, semakin lama tradisi mengikutsertakan anak ke bimbel hanya menjadi tradisi. Anak yang baru pulang sekolah, seakan dipaksa untuk kembali menggunakan kapasitas otaknya di tempat bimbel. Mengapa disebut memaksa? Karena jadwal yang ada di tempat bimbel tidak dapat disesuaikan dengan jadwal anak, akhirnya anaklah yang harus mengikuti jadwal yang diberikan oleh bimbel. Alih-alih anak mempunyai kemampuan yang meningkat setiap harinya, yang ada hanyalah badan dan otak yang lelah setelah hampir 12 jam belajar. Melihat ketidakefetivannya bimbingan belajar ini berbanding lurus dengan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh orangtua. Biaya untuk belajar di bimbel khususnya di DKI Jakarta dapat mematok harga hingga puluhan juta rupiah untuk dua semester. Besarnya ‘harga’ untuk para orangtua, serta ‘biaya’ yang harus dibayar oleh para murid seperti jarak sekolah ke tempat bimbel, jadwal bimbel yang tidak sesuai, seakan tidak memberikan kemudahan untuk belajar.

exhausted

Melihat banyaknya permintaan di dunia pendidikan kita, seakan mengharuskan kita untuk berpikir keras menggunakan sumber daya yang ada dan memaksimalkan sarana yang ada agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bersamaan dengan itu, perkembangan teknologi seakan menjadi jawabannya. Dunia pendidikan sangat terbantu dengan pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini terbukti melalui munculnya fasilitas belajar lewat internet (online). Belajar lewat layar internet seperti ujung dari penantian para murid dan orangtua.

ruangguru 1

Ruangguru hadir sebagai jawaban. Ruangguru adalah perusahaan teknologi terbesar dan terlengkap di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan dan telah memiliki lebih dari 6 juta pengguna serta telah mengelola lebih dari 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.  Perusahaan ini didirikan sejak tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman, yang keduanya berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses dibawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia. Ruangguru percaya bahwa teknologi dapat membantu siswa, guru, dan orang tua untuk menjalankan aktivitasnya menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan banyaknya jumlah guru yang tersedia, ditambah pengalaman yang luar biasa di bidang pendidikan, diharapkan dapat semakin membantu perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.

Ruangguru hadir seakan jawaban atas semua keluh kesah yang dialami para murid dan orangtua. Belajar di ruangbelajar membuat para murid dapat dengan mudah belajar di mana dan kapan saja. Para murid dapat dengan mudah mengakses video belajar di aplikasi Ruangguru bersama ruangbelajar. Di dalamnya terdapat video belajar, latihan soal, dan kuis antiremed. Hal ini tentu menjadi solusi bagi para murid untuk dapat belajar lebih efektif tentunya dengan harga yang jauh lebih terjangkau, sehingga tua tak lagi perlu mengeluarkan biaya super mahal untuk anaknya. Belajar bersama Ruangguru juga dapat diawasi oleh para orangtua karena aksesnya yang begitu mudah. Belajar tak lagi perlu berpatokan dengan jadwal atau jam-jam tertentu karena Ruangguru adalah jawabannya.

Selain kelebihannya yang bisa diakses kapanpun dan di manapun, Ruangguru juga menawarkan harga yang sangat masuk akal untuk akses belajar anak. Angka ini sangat dapat dihitung puluhan kali lipat jika dibandingkan dengan bimbingan belajar anak saat ini.

harga ruangguru
1.1 Perbandingan harga bimbingan belajar

Dapat dilihat perbandingan harga di tabel 1.1, bahwa harga yang ditawarkan oleh Ruangguru sebagai media belajar anak sangat masuk akal. Hal ini tentu menjadi salah satu pertimbangan para orangtua dalam memilih tempat bimbingan belajar untuk anak, selain kualitas yang menjadi pertaruhan, harga juga harus tetap masuk akal.

Tak hanya menyediakan video belajar, Ruangguru mempunyai banyak produk yang sangat menjawab keluh kesah siswa/i Indonesia, seperti ruanglesonline, digitalbootcamp, ruanguji, ruangles, ruangkelas. Masing-masing produk mempunyai kelebihannya masing-masing, sesuai dengan kebutuhan para murid.

ruangguru.png

Kehadiran Ruangguru beserta beragam produknya mendapat tanggapan positif dari pemerintah untuk ikut serta membangun dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa para Ruangguru adalah platform yang terpercaya untuk membantu anak-anak Indonesia dalam belajar.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan sampai waktumu terbuang. Yuk, belajar di Ruangguru!

Dibuat oleh:

Lintang Ganesha (2016-022-097)
Fega Andriana (2016-022-096)
Devin Sebastian (2016-022-009)
Jessica Aurelie (2016-022-008)
Gabriella F. Pesik (2016-022-105)

Advertisements

Self-love.

Um.. hi? I know it’s been almost a year since the last time I posted (which also my first post). I’m sorry I can’t fulfill my promise to always update my blog with my life’s nonsense but.. seriously my life just getting busy and ugly lately, and I don’t have something positive to share with you, people. I don’t want to fill my blog with rants or hatred or bad thoughts about life because our life’s full with negativity already.

Okay, um, I won’t make any promises again, but I’m going to motivate myself more to write or draw again (jeez, it’s been YEARS! I haven’t draw anything since I graduated high school).

 

Self-love.

Have you heard the phrase above? I bet you have. Do you know what it means? It’s mostly described as a love to self but the thing is… have you love yourself? Well, I can’t answer it either 🙂

Self-love is a human common problem that most people have. First of all, I know I just said earlier that I don’t want to talk about something negative but this is a part of something I want to discuss. I haven’t love myself like I should, or I could say, i hate myself. I hate how big my hips are, I hate my pimple face, I hate how ugly I am when I put on good clothes (it always turns out ugly), I hate how I always can’t finish something  I started, I hate that I am not intelligent, attractive or creative, how lazy I am and there are still so many things I hate about myself. I also wonder… how could some people have those things i don’t have? It is just unfair.

I don’t want to brag or something but i used to be skinny, attractive, very very positive ( i rarely had bad thoughts on things), you name it. I was a happy little girl with big dream and shitload of friends. But, this is life, slowly you’ll get it, your source of happiness will disappear one by one, you’ll hate life, you’ll hate you.

As i get older and (maybe) wiser, i realize that the thing i’ve been wanted can be earned only if you will fight for it. I realize that why i hate myself is because i didn’t take care of my own self, i didn’t discover the world more, and i kept myself in my own comfort zone. I will never be better, I will not be who I always wanted to be if I choose to be what I am right now. How to love yourself? It started with you. It sounds cheesy but oh well, that’s the truth. How you create your mindset how you motivate yourself and how you take care of yourself.

You don’t have to be the person you’ve always wanted to be to love yourself. You need to stop thinking that everyone is living their perfect life and such things like that, you are living your life too and people have their own problems in their life and maybe harder than yours. I’ve been there too, I do still have my insecurities approaching me every day. Things like that make people feel useless, and somehow… lifeless. It’s just sad how the lack of self-love or self-awareness can lead people to be suicidal. Wow, big word there. But I want you to know that whoever you are, you are beautiful, you are perfect with your own flaws.

baduy

Last november my mom asked me to visit baduy for 2 days and 1 night only, i was surprised because baduy is an isolated village and i didn’t even know back then that we — as a tourist — could visit baduy and even spend our night there. Well, as an Indonesian i know what baduy is; it’s one of thousands traditional ethnics in Indonesia and i have never seen or expect anything about baduy before.

It takes place at Banten, near Rangkasbitung and Baduy itself surrounded by forest and have no electricity or even signals. Baduy has two different groups; Baduy Luar  (lives closer to the outside world, wear mostly black clothes, they sometime use some modern technology, and have no limit to have contact to the outside world) and the other one is Baduy Dalam (lives far from the city/the outside world, wear their traditional clothes mostly in white and sometime they wear black also, quieter than Baduy Luar and has limited contact with the outside world).

Me, as a city person, i can’t even imagine my life without those two essentials; electricity and signals. i also rarely climb or hike on my daily basis (of course! i usually take bus or gojek to go anywhere and there are no hills in Jakarta, right?) even for fun or excercise only (i’m a total lazy *ss) and to get there — Baduy Luar — we have to walk into the forest and we mostly hike there and we took 1,5 hours to get there. It was very exhausting but well, it was all worth the pain and sweat because when i finally arrived there, i can feel the fresh-cold-water, the cool breeze, the warmth of the locals and of course, silence. By the way i stayed at one of local’s houses in the 3rd outer village of Baduy Luar with 4 other people (including my mom).

My trip there was very unexpectedly exciting, i thought i would be ‘dead’ considering there were no electricity and signals BUT the locals there were very welcoming and kind and very open to us and we talked a lot about their life in baduy like what do they eat, what are their activities, what do they believe in, and so on.

The experience and satisfication you’ll get there is peace. Seriously, i’m not being cliche but you’ll get some peace there, silence and spiritual satisfication. if you’re tired of your life or if you want to just get away from work or things you don’t want to deal with for awhile, just visit Baduy. Feel yourself here, socialize with some locals, experience new things, hike, and find peace.

note:
“… foreigners are not allowed to enter Baduy Dalam. I think if you are from a South East Asian country then you can probably visit, but if you are Caucasian you will not be allowed into the villages of Baduy Dalam.” -discoveryourindonesia.com

yes, Baduy Dalam is a very isolated village, you can’t even take out your phone, camera or any other electronic devices and locals said that only some people are allowed to reach Baduy Dalam and fortunately i got the chance to visit Baduy Dalam. And what ‘allowed’ mean is that whoever got arrived there, then, it’s a blessing. Because the track to get to Baduy Dalam is very hard and rough and i honestly nearly collapse.

I think that’s all for my Baduy experience, i also added a film i made about Baduy and i know it’s only an amateur work, but please just watch and tell me what you think (i need some critics and advice by the way).

Love,
Lintang